Kisah jin yang mendengar bacaan al qur’an


Sesungguhnya kisah jin yang mendengar bacaan Al-Quran terjadi di awal pengutusannya sebagai Nabi, dua tahun sebelum beliau shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam keluar ke tho’if. Hal ini sebagaimana yang telah Al-Hafizh Ibnu Katsir sampaikan dalam tafsirnya (4/162). Imam Bukhori meriwayatkan dalam shohihnya (8/513 dan 518), Muslim (no.449) dari hadits Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam berangkat bersama sekelompok sahabatnya menuju pasar ‘ukazh… Saat itu setan-setan dihalangi untuk mendapatkan berita dari langit, mereka dilempari dengan bola api, maka setan-setan kembali kepada kaum mereka. Mereka berkata, “Ada apa dengan kalian?” Mereka menjawab, “Telah terhalang antara kita dengan berita dari langit.” Mereka pun berangkat menelusuri timur dan barat bumi. Maka kelompok jin yang mengambil rute ke arah tihamah melewati Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam di nakhlah dalam perjalanannya menuju pasar ‘ukazh. Beliau sedang berdiri mengerjakan sholat fajar mengimami para shahabatnya. Ketika mereka (para jin) mendengar Al-Quran, mereka pun memperhatikannya dengan seksama. Mereka berkata, “Inilah yang telah menghalangi antara kamu dengan berita dari langit.” Mereka kembali kepada kaum mereka dan berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan, memberi petunjuk kepada kebenaran, maka kami beriman kepadanya dan tidak mempersekutukan dengan Robb kami seorang pun.” Allah ta’ala menurunkan kepada NabiNya Muhammad shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam, “Katakanlah, telah diwahyukan kepadaku bahwa sekelompok dari jin telah mendengarkan bacaan Al-Quran.”

Allah berfirman,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ

قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

وَمَن لّا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء أُوْلَئِكَ فِي ضَلالٍ مُّبِينٍ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (Al-Quran) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkan).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan melepaskanmu dari adzab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari adzab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” {QS. Al-Ahqoof:29-32}

{lihat keterangan Al-Hafizh dalam kitab Al-Fath,8/514. Dikutip dari tahqiq Asy-Syaikh AbdulQodir Al-Arna’uth & Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam kitab Zadul ma’ad Ibnu Qoyyim (edisi terjemah), penerbit Griya Ilmu.}

*Di antara hikmah yang bisa kita ambil dari kisah di atas; Sesungguhnya Allah itu mengetahui segala sesuatu, Ilmu Allah sempurna dan Allah Maha Suci dari sifat kekurangan. Dan kemudian sesungguhnya Al-Quran itu adalah petunjuk bagi siapa yang mendengarnya dan membacanya dengan seksama, lihatlah para jin mengatakan “diamlah!” kepada rekannya agar bisa mendengarkan Al-Quran dan akhirnya mereka mendapat petunjuk. Di antara hikmah lain, bahwasannya di antara golongan jin ada yang kafir dan ada pula yang mukmin, mereka semua berkewajiban untuk beribadah hanya kepada Allah. Di antara pelajaran yang bisa diambil pula, yaitu para jin kafir mereka melakukan pekerjaan mencuri berita dari langit, dan mereka tidak bisa lagi melakukannya setelah diutus Nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam. Jika para jin yang memiliki keimanan saja mau untuk menyimak dan memahami Al-Quran, lalu bagaimana dengan kita yang mengaku beriman dan mengaku sebagai makhluq Allah yang diciptakan sempurna?! Dan masih banyak lagi hikmah yang lain, semoga bisa bermanfaat…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s